Tanah rantau

Tanah rantau
tempat yang tidak pernah terbayangkan, hanya melakoni peran takdir kehidupan yang telah ada,,, syukuri,,, dan tetaplah berbagi,,,

26 Mar 2011

Mimpi adalah milik semua orang

Latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga sangat mempengaruhi cara pandang dan cara pikir seseorang, namun seharusnya darimana pun latar belakang kita, kita tetap harus berani bermimpi... karena mimpi adalah milik semua orang. Mimpi bagi ku sama dengan tujuan, kalau kita tidak berani bermimpi berarti kita tidak punya tujuan, kalau kita tidak punya tujuan bagaimana kita bisa sampai
Namun, itulah yang terjadi pada sebagian besar anak-anak sekolah kejuruan saat itu, tidak berani bermimpi, kalaupun berani, mimpinya tidaklah tinggi. Lulus sekolah, cari kerja, titik. Sederhana sekali bukan. Padahal sebenarnya dia mampu lebih maju lagi, pikirannya sendirilah yang membatasi mimpinya. Namun sebenranya, ketika semua hidup kita pasrahkan pada Allah SWT maka tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berlaku baik dan benar saat ini, siapaun kita, apapun pekerjaan kita , lalu kita serahkan jalan di depan padaNya.

25 Jun 2010

Catatan Hati

Telah berulang kali aku mencoba. Mencoba untuk menjadikan diri ini lebih baik dan lebih baik. Cukup sederhana, sholat tepat waktu, tilawah dengan rutin, sedikit berbagi rizqi, bersedekah walau hanya denga sebuah senyum, sedikit mendekatkan jiwa padaNya walau hanya dengan dua rakaat di sepertiga malam terakhir. Namun kotornya hati ini terlalu redup untuk menembus tirai-tirai semangat mencapainya. Nikmatnya dunia terlalu indah melalaikan jiwa. Saudara-saudara di jalan ini sering kali membuatku iri dengan kebaikannya. Mereka begitu tulus, begitu bersih laksana cahaya terpancar dari wajahnya. Berkumpul dengan mereka membuat tekad semakin bulat, untuk terus berproses menjadi lebih baik. Namun, ketika diri ini sejenak berpisah, rasanya sirna semua segala cita. Betapa ikhlas tiada di hati ini...
Ya Allah, kuatkanlah ikatan ini, sehingga jarak, waktu, pun ketiadaan tiada dapat memusnahkan niat kami untuk tetap memperbaiki hati...
Terakadang ketaatan hanya sebuah taklid, atau justru hanya sebuah topeng pelindung kehinaan diri. Terkadang bijak hanya penutup kesombongan hati... lebih sering nasihat hanyalah pemanis di bibir tanpa berkaca atas diri senidiri... Ya Rabby, betapa sia-sia umur yang telah kulalui, ketika kebaikan hanya sebuah retorika diri...
AmpunanMu yamg begitu luas telah memanjakanku dalam kemilaunya maksiat. Rahmatmu yang begitu banyak telah membenamkan diri pada nikmatnya duniawi, sehingga sering terlupa akan adanya janji balasan atas setiap perbuatan...
Ya Allah...
Ingatkanlah setiap kealpaan diri, lembutkanlah hati kami, kuatkanlah niat kami, dan ridhoilah usaha kami....

3 Feb 2010

Teladan yang Shaleh


Pada Suatu hari Rasulullah Saw pergi dalam sebuah perjalanan jauh bersama para sahabatnya. Di tengah perjalanan mereka beristirahat  dulu dan mendirikan tenda di padang pasir. Kebetulan mereka membawa seekor domba. Maka salah seorang diantara mereka berkata, “Aku akan memotong domba itu.” Sedang yang lain berkata pula, “Aku akan mengulitinya”, dan sahabat yang lain lagi berkata, “ Aku akan memasaknya nanti.” Lalu Rasulullah berkata, “Dan aku akan mencari kayu bakarnya..”
Para sahabat terperanjat mendengar ucapan beliau. Mereka segera berkata, “ Tidak usah ya Rasulullah, biar kami saja yang melakukan semua. Baginda beristirahat saja sampai masakan ini selesai.”
Rasulullah kemudian bersabda kepada mereka semua., “ Demi Allah, aku tidak akan tinggal diam sementara kalian semua bekerja. Allah membenci hamba-Nya yang mengistimewakan dirinya dari saudara-saudaranya.” Setelah mengucapkan sabdanya beliau pergi mencari dan memanggul sendiri kayu bakar yang didapatnya.