Tanah rantau

Tanah rantau
tempat yang tidak pernah terbayangkan, hanya melakoni peran takdir kehidupan yang telah ada,,, syukuri,,, dan tetaplah berbagi,,,

8 Mei 2011

TDW Mastery - Pensiun Muda Melalui Bisnis

Pensiun muda, yang penting dalam bisnis dan anda ingin pensiun muda. Model bisnis ini yang dikatakan Roberrt Kiyosaki, bukan berapa banyak. Tetapi yang penting seberapa cepat. Contohnya sewaktu saya ngajar di Jepang untuk nasabah City Goal, yang punya 1.000.000 US keatas tabungannya lalu di bayari oleh City Bank dan Robert Kiyosaki ngajar disana. Ada dua ratus orang waktu itu yang organiser nya. Tanya nanti si Robert Kiyosaki.
Mau ngajar apa? Itu yang di ajar sudah kaya – kaya benar, salah satu yang di ajar dia ngomong gini, anda seneng mana punya penghasilan 100.000 US atau 10.000 US? kalau bisa dua – duanya, itu sudah ikut seminar saya. Tetapi begini ketika mereka ngomong Robert saya pilih 100.000 US, “you not get the idea” pantesan kamu miskin! 1.000.000 US di anggap miskin. Robert Kiyosaki keras sekali kalau mengajar terkadang bentak orang. pantesan kamu malas dan pantesan uang kamu di taruh di City Bank. Bunganya 0,1 persen tidak di kasih bunga juga mau, celaka besok tidak mau nabung lagi. Kamu ini bukan berapa besar, tapi seberapa cepat.
Percuma kalau kamu punya duit 100.000 US, dapetnya 50 tahun. Lebih baik 10.000 US permenit, anda selalu tanya berapa cepat kita bisa menghasilkan, dan bisa sampai lebih cepat anda baru bisa pensiun! Kalau anda tidak waspada tentang waktu anda tidak bisa sukses.

Action Plan :
1. Umur berapa Anda ingin pensiun?
2. Bagaimana Model bisnis Anda?
3. Seberapa cepat?

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda.
Anda bisa mendapatkannya di sini :
http://tdwmastery.com/bm/?id=28453

26 Mar 2011

Mimpi adalah milik semua orang

Latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga sangat mempengaruhi cara pandang dan cara pikir seseorang, namun seharusnya darimana pun latar belakang kita, kita tetap harus berani bermimpi... karena mimpi adalah milik semua orang. Mimpi bagi ku sama dengan tujuan, kalau kita tidak berani bermimpi berarti kita tidak punya tujuan, kalau kita tidak punya tujuan bagaimana kita bisa sampai
Namun, itulah yang terjadi pada sebagian besar anak-anak sekolah kejuruan saat itu, tidak berani bermimpi, kalaupun berani, mimpinya tidaklah tinggi. Lulus sekolah, cari kerja, titik. Sederhana sekali bukan. Padahal sebenarnya dia mampu lebih maju lagi, pikirannya sendirilah yang membatasi mimpinya. Namun sebenranya, ketika semua hidup kita pasrahkan pada Allah SWT maka tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berlaku baik dan benar saat ini, siapaun kita, apapun pekerjaan kita , lalu kita serahkan jalan di depan padaNya.

25 Jun 2010

Catatan Hati

Telah berulang kali aku mencoba. Mencoba untuk menjadikan diri ini lebih baik dan lebih baik. Cukup sederhana, sholat tepat waktu, tilawah dengan rutin, sedikit berbagi rizqi, bersedekah walau hanya denga sebuah senyum, sedikit mendekatkan jiwa padaNya walau hanya dengan dua rakaat di sepertiga malam terakhir. Namun kotornya hati ini terlalu redup untuk menembus tirai-tirai semangat mencapainya. Nikmatnya dunia terlalu indah melalaikan jiwa. Saudara-saudara di jalan ini sering kali membuatku iri dengan kebaikannya. Mereka begitu tulus, begitu bersih laksana cahaya terpancar dari wajahnya. Berkumpul dengan mereka membuat tekad semakin bulat, untuk terus berproses menjadi lebih baik. Namun, ketika diri ini sejenak berpisah, rasanya sirna semua segala cita. Betapa ikhlas tiada di hati ini...
Ya Allah, kuatkanlah ikatan ini, sehingga jarak, waktu, pun ketiadaan tiada dapat memusnahkan niat kami untuk tetap memperbaiki hati...
Terakadang ketaatan hanya sebuah taklid, atau justru hanya sebuah topeng pelindung kehinaan diri. Terkadang bijak hanya penutup kesombongan hati... lebih sering nasihat hanyalah pemanis di bibir tanpa berkaca atas diri senidiri... Ya Rabby, betapa sia-sia umur yang telah kulalui, ketika kebaikan hanya sebuah retorika diri...
AmpunanMu yamg begitu luas telah memanjakanku dalam kemilaunya maksiat. Rahmatmu yang begitu banyak telah membenamkan diri pada nikmatnya duniawi, sehingga sering terlupa akan adanya janji balasan atas setiap perbuatan...
Ya Allah...
Ingatkanlah setiap kealpaan diri, lembutkanlah hati kami, kuatkanlah niat kami, dan ridhoilah usaha kami....